CORAL LESTARIProgram








CORAL LESTARI merupakan salah satu program perlindungan keanekaragaman hayati oleh PT TIMAH, Tbk. Balai Karya yang bertujuan untuk penenggelaman artificial reef di Pulau Putri dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan terumbu karang di Kecamatan Belinyu. Terdapat beberapa karang pada program ini, yakni Karang Staghorn, Karang Tanduk Rusa, Karang Keras, Karang Piring, Karang Lunak, dan Ikan Beludru. Berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species, Karang Tanduk Rusa atau disebut juga Acropora Cervicornis, termasuk ke dalam kategori CR (Critically Endangered / Kritis). Karang Staghorn atau disebut juga Acropora Formosa termasuk ke dalam kategori NT (Near Threatened / Hampir Terancam). Karang Keras atau disebut juga Pocillopora Elegans termasu ke dalam kategori VU (Vulnerable / Rentan), sehingga karang tersebut perlu dilestarikan.
Status perlindungan keanekaragaman hayati program CORAL LESTARI PT TIMAH, Tbk. Balai Karya dapat dilihat pada tabel berikut:
| No | Nama Ilmiah | Nama Lokal | Status Perlindungan | Tahun | Satuan | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Website Red List IUCN | Permen LHK No 106 Tahun 2018 | CITES | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025* | ||||
| 1 | Acropora Formosa | Karang Staghorn | NT | ‐ | II | Program belum berjalan | 200 | 210 | 250 | Individu (Ekor) | |
| 2 | Acropora Cervicornis | Karang Tanduk Rusa | CR | ‐ | II | 100 | 100 | 120 | Individu (Ekor) | ||
| 3 | Pocillopora Elegans | Karang Keras | VU | ‐ | II | 110 | 120 | 130 | Individu (Ekor) | ||
| 4 | Montipora Aequituberculate | Karang Piring | LC | ‐ | II | 80 | 85 | 125 | Individu (Ekor) | ||
| 5 | Carijoa Sp | Karang Lunak | LC | ‐ | ‐ | 80 | 85 | 125 | Individu (Ekor) | ||
| 6 | Acreichthys Tomentosus | Ikan Beludru | LC | ‐ | ‐ | 0 | 0 | 1 | Individu (Ekor) | ||
| Jumlah Spesies | ‐ | ‐ | 5 | 5 | 6 | Spesies | |||||
| Jumlah Fauna | ‐ | ‐ | 570 | 600 | 751 | Individu (Ekor) | |||||
| Jumlah Individu | ‐ | ‐ | 570 | 600 | 751 | Individu | |||||
| Indeks H' | ‐ | ‐ | 1,542 | 1,542 | 1,569 | Indeks H' | |||||
| Luas Area | ‐ | ‐ | 24,50 | 24,50 | 24,50 | Ha | |||||
Keterangan:
* Data hingga bulan Juni 2025
-
Status perlindungan berdasarkan kategori, Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan
dan Satwa Liar yang Dilindungi
- (v) = dilindungi
- (-) = tidak dilindungi
-
International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species
- DD = Data Deficient / Kekurangan Data
- LC = Least Concern / Risiko Rendah
- NT = Near Threatened / Hampir Terancam
- VU = Vulnerable / Rentan
- EN = Endangered / Terancam Bahaya
- CR = Critically Endangered / Kritis
-
Covention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES)
- I = Appendix I (daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional)
- II = Appendix II (daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan)
- III = Appendix III (daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya)
(IUCN sendiri merupakan lembaga yang biasanya dijadikan rujukan mengenai status konservasi secara global. IUCN Red List bertujuan memberi informasi, dan analisis mengenai status, tren, dan ancaman terhadap sepesies untuk memberitahukan, dan mempercepat tindakan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati).





