Skip links

MATA PESISIRProgram

All Programs

MATA Pesisir (Konservasi Mangrove di Muara Lingkungan Nelayan II) merupakan salah satu program perlindungan keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh PT TIMAH, Tbk. Balai Karya yang bertujuan untuk melakukan konservasi mangrove di Muara Lingkungan Nelayan II.

Status perlindungan keanekaragaman hayati program MATA Pesisir (Konservasi Mangrove di Muara Lingkungan Nelayan II) PT TIMAH, Tbk. Balai Karya dapat dilihat pada tabel berikut:

NoNama IlmiahNama LokalStatus PerlindunganTahunSatuan
Website Red List IUCNPermen LHK No 106 Tahun 2018CITES20212022202320242025*
1Rhizophora ApiculateBakauLC150175200225225Individu (Batang)
2Nypa FruticansNipahLC8095100110115Individu (Batang)
3Sonnetaria AlbaBogemLC255080100125Individu (Batang)
4Avicennia MarinaApi-ApiLC0000100Individu (Batang)
Jumlah Spesies33334Spesies
Jumlah Flora255320380435565Individu (Batang)
Jumlah Individu255320380435565Individu
Indeks H'0,90350,98061,0171,0271,331Indeks H'
Luas Area4,004,004,004,004,00Ha

Keterangan:
* Data hingga bulan Juni 2025

  • Status perlindungan berdasarkan kategori, Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi
    • (v) = dilindungi
    • (-) = tidak dilindungi
  • International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species
    • DD = Data Deficient / Kekurangan Data
    • LC = Least Concern / Risiko Rendah
    • NT = Near Threatened / Hampir Terancam
    • VU = Vulnerable / Rentan
    • EN = Endangered / Terancam Bahaya
    • CR = Critically Endangered / Kritis
  • Covention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES)
    • I = Appendix I (daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional)
    • II = Appendix II (daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan)
    • III = Appendix III (daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya)

(IUCN sendiri merupakan lembaga yang biasanya dijadikan rujukan mengenai status konservasi secara global. IUCN Red List bertujuan memberi informasi, dan analisis mengenai status, tren, dan ancaman terhadap sepesies untuk memberitahukan, dan mempercepat tindakan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati).

PT TIMAH, Tbk.

Balai Karya

Program

MATA PESISIR

Related Programs

Explore
Drag